Sabtu, 04 Desember 2010

Reuni di Taman Kyailanggeng

          Untuk melepas rindu,,kami mengadakan reuni ke taman kyailanggeng. Memang tidak semua anak - anak ikut dalam reuni ini, tapi kami tetap senang bisa berkumpul kembali.. Ini hanyalah reuni anak - anak SD saja,,tapi sungguh kami tidak pernah melupkn persahabatan kami walaupun sudah menginjak masa SMA. Persahabatan kami baek - baek aja sampai sekarang,,walau kadang ada sedikit masalah,,tapi tidak membuat kami putus persahabatan.
         Dengan hanya 11 orang kami berangkat bersama ke taman kyailanggeng. Disana kami hanya berfoto ria dan naek sedikit permainan. Semua itu tidak bisa kami lupakan. Persahabatan adalah segala - galanya. Sejauh manapun kita pergi,sahabat akan tetp ingat jika kita kembali. Sahabat bukan sesuatu yang cuma ada disaat butuh, tapi akan tetap ada disaat kita sedih.
         
Best friend forever...
Anak - anak gokil, itulah kami. Jika kami berkumpul tiada suasana lain selain tertawa. Ada aja yang bisa buat kami tertawa. Dulu ada diantara mereka yang pacaran, tapi ya namanya orang masih pacaran,jadi bisa saja putus. Tapi setidaknya tidak membuat mereka musuhan.

 anak narsis...
Itulah kami, tapi walaupun narsis kami tetap tau tempat. hehehehe...

 Kompak...
Itulah kami, semua cewek pegang hp,,kompak sich,tapi kok jadi orang sok sibuk.

 lucu...
Kami sedikit lucu, dan pastinya sedikit seriusnya. tapi soal nampang,kami jagnya.

 Murah senyum....
Cewek - cewek sich murah senyum, tapi cowoknya sok jual mahal. maklum belum pada sikat gigi,jadi malu nunjukin ggi mereka yang ompong. xixixixixi

 jahil....
basalah lo jahil. hehehe..

so sweet..
Memang. walau narsis n goil,kami tetap bisa romantis... hehehhe

Sekilas info dari saya,vhina akan slalu berusaha jadi teman yang baik buat semuanya.

Jumat, 03 Desember 2010

BRONDONG LOVER

Judul                : Brondong Lover
Tebal                : 232 halaman
Pengarang         : Stephanie Zen
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Gimana jadinya kalau tahun ajaran baru aja seorang Nasha udah mesti menghadapi yang namanya mantan yang posesif dan adek kelas yang nyebelin abis? Sejak hari pertama MOS, yang sialnya ia mesti ketemu Kevin, mantannya yang superrese yang juga panitia MOS, ia juga mesti menghadapi makhluk yang bernama Dave yang selalu ngebantah apapun kata Nasha dan ogah banget yang namanya bekerja sama? Nyebelin banget nggak sih?
Lebih parah lagi kalau Nasha sampai bener-bener jatuh cinta sama adek kelas nya yang bernama Dave itu. Oh no! apa kata dunia? Masalahnya Dave itu bener-bener tahu gimana bikin hatinya balapan. Mulai dari ngebelain pas Nasha lagi berantem sama Kevin sampe nolongin Nasha waktu camping..
Belum lagi ada Kak Elang, gebetan kakaknya Nasha yang kayaknya naruh perhatian lebih ke Nasha? Juga masih ada Kevin yang ngerasa hubungan mereka belum selesai. Siap ga sih seorang Nasha punya predikat "Brondong Lover"?

Bagi gue, Stephz berhasil menngambarkan perasaan seorang cewe yang suka cowo yang lebih muda dari dirinya. Dan bahkan dengan segala konflik-konfliknya yang memang di Indo hal "brondong" belum terlalu umum. Dan lagi gaya penulisan Stephz yang ringan membuat novel ini enak dan dibaca dan ga perlu susah-susah untuk memahami isi novel ini. Dengan itu pula, Stephz bisa membuat kita ikut merasakan apa yang Nasha rasakan saat ia dalam keadaan terjepit. Nice story!

Dan sekarang lo malu karna foto kita berdua terpajang di papan pengumuman?! Lo takut orang salah sangka kalo lo bener-bener berniat ngedeketin gue, dan lo jadi punya predikat… cowo yang suka daun tua! Iya kan?!
 Kisah novel yang mengharukan yang pas buat kita-kita yang masih remaja.
 

 




Profil :
Panggilan : Detektif dari timur
Nama lain : Conan Edogawa
Usia : 17 sebagai Shinichi, 7 sebagai Conan
Jenis kelamin : Laki- laki
Lahir : 4 Mei
Keluarga : Yusaku Kudo (ayah), Yukiko Kudo (ibu)

Shinichi Kudo adalah tokoh utama dalam serial anime dan manga Detektif Conan, yang dikenal di Amerika Serikat sebagai Case Closed. Viz me-romanisasi nama aslinya menjadi Shin'ichi Kudo sedangkan website Shogakukan me-romanisasinya sebagai Shinichi Kudoh.

Kehidupan awal sebagai Shinichi Kudo
Shinichi adalah anak dari pasangan Yusaku Kudo, seorang novelis misteri terkenal dan Yukiko Kudo, mantan bintang film terkenal. Dia lahir pada 4 Mei, namun berulang-ulang ia melupakan hari ulang tahunnya setiap tahun. Dia adalah seorang yang jenius, dan dari usia muda telah sangat intuitif. Ayahnya sering membuatkan puzzle dan permainan untuk mengasah kemampuan berpikirnya.

Akibat pengaruh ayahnya, dia telah lama menjadi penggemar berat buku, terutama novel misteri-- dia telah membaca seluruh koleksi novel misteri yang ada di perpustakaan sekolah dasarnya pada saat ia duduk di bangku sekolah dasar. Yusaku juga sering membawa Shinichi ke tempat kejadian kriminal sampai ketika ia berada pada kelad 6 sekolah dasar. Ini membuat Shinichi gemar menginvestigasi kasus kriminal dan karena itu, temannya seperti Ran dan Sonoko menjulukinya penggila misteri secara sepintas.


Hidupnya antara usia 6 hingga 16 kurang jelas terdokumentai. Selama ia di sekolah menenegah, ia merupakan pemain tengah utama di tim sepak bola sekolahnya. Kepala tim sepak bolanya jatuh cinta padanya, namun ia menolaknya, karena pada kenyataannya, ia secara rahasia mencitai Ran.
Orang tuanya pindah ke Amerika Serikat ketika ia berusia 14 tahun, saat dirinya tidak berada di Tokyo.

Pada seri pertama, Shinichi adalah seorang pelajar SMU Teitan berusia 17 tahun. Dia telah menjadi detektif terkenal dan telah banyak menyelesaikan kasus yang sulit, dan dikenal sebagai the saviour of the police force. Pada tahun yang sama, dia meninggalkan tim sepak bola walaupun kemampuannya setara dengan tingkat nasional. Dia mengatakan bahwa dia menyukai sepak bola karena untuk melatih refleksnya-- seperti idolanya, Sherlock Holmes yang berlatih memanah- untuk mengasah kemampuan detektifnya; dia bercita-cita menjadi the Sherlock Holmes of the Heisei era.

Shinichi dikenal memiliki ketidakmampuan untuk bernyanyi; tetapi karena ia masih dapat mengerti berbagai not musik, dia tidak dapat dikatakan buta nada.

Dia dapat berbahasa Inggris, terlihat saat ia bercakap dan menterjemahkan untuk seorang diplomat Amerika Serikat.

Sebagai Conan Edogawa
Pada awal dari seri, Shincihi membawa teman baiknya, Ran, ke sebuah taman hiburan yang bernama "Tropical Land," untuk merayakan kemenangan Ran pada Kejuaraan Karate Metropolitan. Dia kemudian menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan dengan pemenggalan yang terjadi pada kereta "Mystery Coaster" yang mereka tumpangi. Setelah mereka meninggalkan taman hiburan, Shinichi melihat transaksi mencurigakan antara seorang tak dikenal dengan seorang yang berpakaian hitam di daerah tersembunyi dekat taman hiburan. Dia meninggalkan Ran, yang disuruhnya pulang, dan diam-diam mendekati tempat transaksi itu. Saat ia berusaha mendengar percakapan antar 2 orang itu- sebuah pemerasan yang bernilai 100 juta yen- dia tidak melihat ada seseorang menyelinap di belakangnya. Seseorang itu, orang lain yang berbaju hitam, menyerang kepalanya dengan pipa besi, dan kemudian memaksanya untuk menelan obat yang masih dalam tahap percobaan. Mereka kemudian meninggalkannya dengan anggapan bahwa dia telah mati. Obat ini, dikenal sebagai APTX 4869, sangat ampuh dan dirancang untuk membunuh orang tanpa meninggalkan bekas keberadaan korban setelah mati. Namun, Shinichi tidak mati, yang terjadi adalah efek samping dari obat itu. Perlahan-lahan dan dengan rasa sakit tubuhnya mengecil, mengembalikan tubuhnya seperti saat ia berusia 6 atau 7 tahun. Dengan putus asa dan bingung, Shinichi pulang ke rumahnya dan berlari ke rumah tetangganya, sekaligus teman dekat keluarganya profesor Agasa. Profesor Agasa orang yang baik, tetapi ia adalah seorang ilmuwan yang aneh, dan walaupun ia telah pensiun, dia tetap sering menciptakan alat baru yang nantinya akan membantu Shinichi menyesuaikan diri hidup sebagai anak-anak kembali ketika menyelesaikan kasus.

Shinichi mencoba memberitahunya apa yang terjadi dan meyakinkan bahwa dia diberikan obat yang membuat dirinya mengecil oleh orang berjubah hitam. Profesor Agasa memberitahu Shinichi agar merahasiakan identitias aslinya, karena jika orang berjubah hitam itu, yang kemudian disebut Organisasi Hitam, tahu bahwa dirinya masih hidup, mereka akan datang kembali dan membunuhnya, juga orang-orang yang dekat dengannya-- termasuk teman-temannya dan keluarganya. Profesor Agasa dan Shinichi juga khawatir karena tidak ada mayat ditemukan. Conan setuju bahwa sampai ia mempelajari banyak tentang mereka, lebih baik jika tetap membiarkan orang-orang beranggapan bahwa Shinichi telah mati. Dia juga tidak ingin Ran ikut terlibat.

Ran kemudian pergi ke rumah Shinichi (di mana Agasa dan Shinichi berada) mencarinya karena ia khawatir, dan melihat Shinichi kecil. Dia berpikir bahwa ia lucu dan bertanya namanya. Shinichi dengan cepat mencari dan kemudian mendapatkan nama samaran, dari nama Arthur Conan Doyle dan Edogawa Rampo. Profesor Agasa memberitahu Ran bahwa dia adalah saudara jauh yang orang tuanya terkena kecelakaan di luar negeri dan lebih baik jika dia tinggal bersama Ran, karena Agasa tidak tahu banyak caranya mengurus anak. "Conan" kemudian tinggal bersama Ran dan Ayahnya, Kogoro Mouri, seorang detektif pribadi, dengan harapan tinggal bersama detektif, dia dapat mengikuti kasus-kasus dan mendapatkan petunjuk mengenai "Organisasi Hitam". Sayanganya, Detektif Mouri tidak kompeten sehingga akhirnya Shinichi yang biasanya menyelesaikan kasus untuknya. Shinichi terkadang membius Kogoro dengan sebuah jam tangan yang dapat menembakkan peluru bius dan menggunakan dasi kupu-kupu pengubah suara unutk berbicara dengan suara Kogoro. Karena itu, Kogoro menjadi terkenal karena analisanya yang menakjubkan. Kasus perlahan-lahan menjadi banyak dan terkadang memberikan petunjuk terhadap Organisasi Hitam.



Untuk menjaga rahasia Conan, Profesor Agasa memasukkan Conan ke Sekolah Dasar Teitan, di mana Conan berteman dengan 3 teman sekelasnya, Ayumi Yoshida, Genta Kojima, dan Mitsuhiko Tsuburaya. Kemudian mereka bersama-sama membentuk Junior Detective League. Conan menyadari walaupun anak-anak ini benar-benar anak-anak, mereka cerdik dan sering membantunya memecahkan kasus sulit.

Conan juga berteman dengan Ai Haibara, yang dibesarkan dalam Organisasi Hitam dan merupakan mantan anggota dari organisasi itu bersama kakak perempuannya. Nama aslinya adalah Shiho Miyano, seorang ilmuwan biologi dan merupakan pencipta APTX 4869. Dia meminum obat tersebut untuk bunuh diri setelah kakaknya dibunuh oleh orang yang sama dengan orang yang menyerang dan mengecilkan Shinichi, saat dia sedang merancanakan untuk keluar dari organisasi bersama dengan Shiho. Obat itu juga berefek sama padanya, dan juga kembali menjadi anak-anak. Dengan penampilannya yang seperti anak-anak, dia meninggalkan organisasi, dan kemudian Profesor Agasa menemukan dan membawanya untuk tinggal bersamanya. Dia menjadi rekan Conan yang berharga. Dia melanjutkan penelitian penawar dari APTX 4869.

Conan kembali ke tubuh normal beberapa kali. Pertama kali saat episode 48-49 di mana ia berubah kebentuk normal unutk beberapa saat setelah meminum alkohol ketika ia demam. Dia kembali menjadi Conan setelah menyelesaikan kasus. Berikutnya pada episode 191- 193 (Bab 3-7 volume 26), di mana ia kembali ke bentuk normal dalam 2 hari setelah meminum prototipe penawar APTX 4896. Dia menyelesaikan 2 kasus, dan menikmati kencan yang tidak selesai dengan Ran di restoran di mana ayahnya melamar ibunya. Pada seri ke 647 to 654, Conan kembali ke bentuk normal pada saat membantu memecahkan kasus. Dia secara tidak sengaja meminum prototipe penawar APTX 4896, karena menggangap itu obat demam dan kembali menjadi Shinichi. Setelah kasus terpecahkan, waktunya telah habis dan ia bersembunyi di toilet dari teman-temannya. Ai memberikan penawar kedua, dan memberikan waktu 24 jam lagi menjadi Shinichi. Ai memperingatkan bahwa karena sistem imunitas, obat itu tidak akan bertahan 24 jam seperti sebelumnya. Pada akhirnya, Shinichi kembali menjadi Conan setelah 4 jam.



Shinichi Kudo (Conan Edogawa) mengidolakan Hide, pemain sepak bola dalam Detektif Conan, dan Ray Curtis, pemain sepak bola yang berasal dari Eropa.

Ulang Tahun, Doraemon Berubah Menjadi Robot

Robot Doraemon menyapa para penggemarnya di Tokyo (Foto: Akihabara News).
TOKYO - Siapa pun hampir dipastikan mengenal Doraemon. Tokoh kartun kucing ajaib yang sangat terkenal dari Jepang ini kini menyapa para penggemarnya secara langsung dalam bentuk tampilan yang berbeda. Ya, kini Doraemon hadir dalam bentuk robot.

Memperingati tahun ke-30 kemunculannya dalam acara kartun di televisi, para perancang robot di Jepang memiliki ide untuk merayakannya dengan menciptakan Doraemon versi robot.

Tim perancang robot bernama Bandai memamerkan hasil karya mereka ini di Tokyo Toys Show. Meski keadaan ekonomi tengah tidak menguntungkan, namun nyatanya hal ini tidak memengaruhi Bandai untuk menciptakan robot berteknologi tinggi yang memakan biaya tidak sedikit.

Salah satu juru bicara Bandai mengungkapkan kepuasan mereka karena bisa mewujudkan karakter kartun Doraemon yang sangat dicintai anak-anak ke dalam wujud robot. Melalui robot yang diberi nama My Doraemon ini, para penggemarnya bisa berinteraksi dengan idola mereka.

"Meski My Doraemon tidak bisa berjalan-jalan, namun dia sudah dirancang untuk bisa berinteraksi dengan para penggemarnya," kata juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Akihabara News, Kamis (16/7/2009).

My Doraemon memiliki sepuluh ekspresi mata yang berbeda dan 1.300 perbendaharaan kata yang bisa menjadi modal baginya untuk berkomunikasi.

Tokoh penggemar berat kue Dorayaki ini juga memiliki fitur sensor yang bisa membuatnya mengetahui jika ada seseorang yang sedang berada di belakangnya. Lucunya, dia akan segera menganggukkan kepala memberikan hormat pada orang tersebut.

Sayangnya, My Doraemon tidak bisa merespon balik apa yang orang ucapkan kepadanya. Namun kucing gendut ini memiliki keistimewaan dengan hadirnya beberapa fitur sensor cahaya dan suhu panas. Jika kita mematikan lampu, robot Doraemon akan mengucapkan "Selamat malam".

Kelebihan lainnya, Doraemon bisa protes jika suhu ruangan terlalu panas atau dingin. Dia akan mengucapkan kalimat "Wow panas sekali disini" ataupun sebaliknya. Dalam bahasa Jepang, tentu saja.